|
Bebal, Buron, Pembolos, Penidur |
|
|
|
|
Written by rakmat
|
|
Thursday, 05 August 2010 |
|
Oleh: Saifur Rohman * Dosen filsafat di Universitas Semarang. Pong Hardjatmo, aktor kawakan, tertangkap petugas setelah menuliskan kritik di atap Gedung Nusantara, Jumat lalu (30/7). Isi tulisan itu "Jujur adil tegas". Menurut pengakuannya, tulisan itu merupakan ekspresi kritis atas kebebalan pemerintah dan DPR ketika menanggapi permasalahan rakyat. Kiranya, masalah ini tidak cukup dilihat sebagai pelanggaran tata norma yang selama ini dianggap mapan. Pelanggaran atas tata penyampaian aspirasi itu menunjukkan adanya suatu masalah serius di balik aturan itu. Mekanisme yang terbangun tidak dipercayai. Aturan dicurigai penuh involusi. Secara psikologis, tindakannya tidaklah spontan karena tidak ada situasi yang langsung mendukung perbuatannya. Jadi, hal itu pasti beranjak dari pertimbangan-pertimbangan yang selama ini mengendap sebagai keinginan laten. Tidak hanya dalam pikiran sang aktor, keinginan laten pun masing-masing ada dalam pikiran kita terhadap anggota dewan. Mengapa? Kejaksaan Tinggi Jambi awal Juli lalu menetapkan As'ad Syam, anggota DPR dari sebuah partai politik besar, sebagai buron pemerintah. Sebelumnya, Mahkamah Agung memvonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Dia terbukti bersalah dalam kasus korupsi pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel Sungai Bahar senilai Rp 4,5 miliar.
|
|
Read more...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|